DUMAI, Riauberantas.com — Suasana di depan Mapolres Dumai mendadak panas hingga menjelang tengah malam pada Senin (31/8/2026). Hingga pukul 23.48 WIB, puluhan masyarakat bersama pihak keluarga korban tampak kompak bertahan dan mengepung area halaman markas kepolisian untuk melancarkan aksi protes keras atas penetapan tersangka yang dinilai sangat janggal.
Di lokasi, terlihat pula sejumlah aparat kepolisian berjaga dan mengawal ketat jalannya aksi massa agar tetap kondusif di tengah situasi yang mulai memanas.
Aksi spontan ini pecah sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap proses hukum yang menimpa Asrudiar alias Rudi. Kasus ini bermula dari insiden pengeroyokan brutal di depan pintu masuk PT IBP, Kelurahan Lubuk Gaung, pada Selasa (11/8/2026) lalu, yang berujung pada aksi saling lapor di Polsek Sungai Sembilan.
”Kami datang ke sini spontan karena tidak terima. Rudi itu korban pengeroyokan, babak belur, tapi kenapa sekarang malah diposisikan seperti pelaku kejahatan?” cetus salah satu warga dengan nada tinggi di lokasi, Senin malam.
Massa yang memadati halaman Mapolres blak-blakan mencurigai laporan tandingan tersebut sengaja dihidupkan sebagai akal-akalan hukum untuk menyandera mental korban. Warga menduga kuat ada upaya terstruktur dari aparat untuk memaksa korban agar mau berdamai melalui jalur Restorative Justice (RJ).
”Dari awal arahnya seperti dipaksa untuk Restorative Justice. Laporan tandingan itu diduga sengaja dibikin supaya korban terpojok, ketakutan, lalu terpaksa untuk berdamai. Kami menolak cara-cara kotor seperti ini,” tegasnya di tengah kerumunan warga yang tak bergeming.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak kepolisian, termasuk kepada jajaran Satreskrim Polres Dumai terkait dasar penetapan tersangka serta dugaan intervensi dalam penanganan perkara ini, masih terus dilakukan.
Sementara itu, hingga tengah malam menjelang pergantian hari, puluhan masyarakat dan keluarga korban masih siaga penuh di depan Mapolres Dumai di bawah pengawalan aparat keamanan. Mereka memastikan tidak akan beranjak sebelum bersih dari segala bentuk tuduhan tersangka.












