Sentil Plt Gubernur Riau soal Makan Bergizi Gratis, Gerindra Dumai: Jangan Buat Narasi Ambigu!

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Dumai, H. Johannes MP Tetelepta (Achie). (Foto: Istimewa)

DUMAI, RiauBerantas.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik pedas datang dari daerah terkait pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang dinilai menyudutkan program strategis tersebut.

​Ketua DPC Partai Gerindra Kota Dumai, H. Johannes MP Tetelepta atau yang akrab disapa Achie menyayangkan narasi yang dilemparkan oleh Plt Gubernur Riau. Menurutnya, pernyataan yang mengaitkan program MBG dengan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat ambigu dan berpotensi memicu kegaduhan sosial di tengah masyarakat.

​”Kita menyesalkan pernyataan Plt Gubernur. Narasi yang disampaikan ambigu dan bisa membawa dampak sosial di tengah-tengah masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas pemerintah pusat dan membawa multiplier effect yang besar bagi masyarakat,” ujar Achie, Rabu (24/6/2026).

​Polemik ini bermula saat SF Hariyanto dalam sebuah forum pembangunan daerah menyebutkan bahwa implementasi MBG berdampak pada sejumlah sumber penerimaan daerah. Pernyataan tersebut langsung memantik reaksi keras karena seolah-olah memosisikan program pemenuhan gizi nasional ini sebagai beban bagi fiskal daerah.

​Dampak dari polemik tersebut tidak main-main. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikabarkan langsung turun tangan dengan menerjunkan tim khusus ke Provinsi Riau guna melakukan klarifikasi dan memastikan komitmen pemerintah daerah terhadap program pusat.

​Achie, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Dumai, menegaskan bahwa cara pandang pemerintah daerah terhadap program MBG harus diubah. Program ini bukan sekadar membagikan makanan, melainkan investasi besar untuk memutus rantai stunting sekaligus menghidupkan ekonomi sektor riil di daerah.

​“MBG membawa multiplier effect. Program ini tidak hanya soal makan bergizi, tetapi juga menggerakkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok bahan pangan. Karena itu, seluruh pihak seharusnya mendukung dan menjaga agar program ini berjalan dengan baik,” tegas tokoh Gerindra Dumai tersebut.

​Di akhir pernyataannya, Achie meminta seluruh pejabat publik dan pemangku kepentingan di Riau untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam mengeluarkan statmen ke publik.

​“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kita berharap semua pihak memberikan narasi yang konstruktif dan bersama-sama menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya.

Sumber: sorotlensa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP