PEKANBARU || Polda Riau terus menggencarkan kegiatan bakti sosial (baksos) dan bantuan sosial (bansos) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Hingga Kamis (18/6/2026), sebanyak 1.198 paket bantuan sosial telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah di Provinsi Riau. Selain itu, bantuan air bersih didistribusikan di enam lokasi, program bedah rumah dilaksanakan untuk satu unit rumah warga, serta Gerakan Indonesia Asri digelar di dua titik sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres jajaran di seluruh wilayah hukum Polda Riau.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melalui Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan, rangkaian kegiatan sosial ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya melalui penyaluran bantuan, tetapi juga edukasi dan pembinaan.
“Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Ditlantas Polda Riau bersama Satlantas Polres jajaran terus bergerak melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kami ingin memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui bantuan yang diberikan, edukasi yang disampaikan, serta kepedulian terhadap lingkungan yang terus kami gaungkan melalui program Green Policing,” ujar Jeki.
Menurutnya, setiap kegiatan yang dilaksanakan juga menjadi sarana untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
Selain itu, Polda Riau turut mengedukasi masyarakat mengenai program Green Policing yang bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Melalui program Green Policing, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga alam dan lingkungan. Khususnya masyarakat pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ekosistem, sehingga pembangunan dan kesejahteraan dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan,” katanya.
Penerima manfaat program bantuan sosial tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pengemudi ojek online, ojek pangkalan, sopir angkutan umum, sopir truk, penghuni panti asuhan, penghuni panti jompo, hingga masyarakat di kawasan pesisir.
Jeki menjelaskan, pelaksanaan program bedah rumah dilakukan melalui proses verifikasi yang ketat agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Informasi calon penerima diperoleh dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan survei lapangan.
“Untuk masyarakat yang mendapatkan program bedah rumah, sumber informasinya berasal dari lingkungan sekitar. Selanjutnya tim melakukan survei dan peninjauan lokasi untuk memastikan kondisi rumah serta kelayakan penerima bantuan. Setelah memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan, kami melakukan koordinasi dengan pihak RT dan RW setempat agar pelaksanaan bedah rumah benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Bakti Sosial dan Bantuan Sosial Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Jeki berharap seluruh rangkaian kegiatan kemanusiaan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan, tertib berlalu lintas, memperkuat semangat gotong royong, dan melestarikan lingkungan hidup.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan manfaat dan solusi bagi masyarakat menjelang Hari Bhayangkara ke-80.












