PEKANBARU || Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru diminta untuk serius merespon keluhan wali murid atas dugaan pungutan uang terobosan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 68 Kota Pekanbaru. Hal itu disampaikan wali murid di SDN 68 kepada Riau Berantas yang mengeluhkan atas dugaan pungutan terobosan dan uang beli buku untuk terobosan.
“Sebelum terobosan dimulai bulan lalu, anak anak sudah di minta pihak sekolah untuk membeli buku seharga 90 ribu. Lalh uang terobosan 150 ribu setiap bulan, katanya sekolah negeri gratis, tapi kenapa harus tetap juga membayar?,” ujar perwakilan wali murid, kepada Riau Berantas, Senin (20/10/2025).
Wali murid yang tidak ingin namanya disebutkan tersebut, meminta Disdik Kota Pekanbaru turun langsung ke sekolah untuk memeriksa. Menurutnya, kegiatan ini tidak cukup berdasarkan kesepakatan saja, tapi juga harus mempertimbangkan unsur sosial, yaitu kemampuan wali murid untuk mengeluarkan biaya di tengah ekonomi sulit.
“Disdik jangan anggap ini informasi surat kaleng, tipis telinga dong ketika ada informasi begini. Apalagi sebelumnya terkait ini juga sudah pernah dipublikasikan media juga,” tegasnya.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar, Disdik Kota Pekanbaru, Sardius dikonfirmasi Riau Berantas, Senin (20/10/2025) membantah atas dugaan pembiaran kegiatan terobosan berbayar di SDN 68 tersebut. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan les disekolah tidak dibenarkan.
“Tidak ada pembiaran bang, ini saya langsung telepon kepsek. Pokoknya tidak dibenarkan ada kelangsungan les di sekolah,” ujar Sardius, Plt Kabid SD Disdik Pekanbaru, kepada Riau Berantas, Senin (20/10/2025).
Pernyataan larangan tegas dari Sardius ditemui berbeda dengan di sekolah. Hingga Selasa (21/10/2025) kemarin, pantauan dilapangan, kegiatan terobosan di SDN 68 tetap berlangsung.
Plt Kepala SD Negeri 68 Pekanbaru Nurmailis di konfirmasi Riau Berantas, Rabu (22/10/2025) belum bersedia memberikan keterangan secara resmi.
“Waalaikumsalam, silahkan kesekolah jika mau komfirmasinya ya pak. Terimakasih,” balas Nurmailis, Rabu (22/10/2025) Sore.
Nurmailis dikonfirmasi terkait keluhan wali murid atas dugaan terobosan berbayar disekolahnya yang masih berjalan. Ia juga ditanyakan tentang buku pelajaran berbayar seharga 90 ribu.(A-R)












