Merasa Tak Pernah Lepas Hak, Keluarga Ali Usman Demo Operasional Tersus di Pelalawan

PELALAWAN || Keluarga besar Ali Usman menyampaikan pernyataan sikap terkait aksi demonstrasi yang dilakukan guna menuntut kejelasan mengenai status lahan Terminal Khusus (Tersus) yang diduga bermasalah dalam proses pelepasan haknya, Senin (9/3/2026).

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Ali Usman, menjelaskan bahwa pihak keluarga tidak pernah melakukan pelepasan hak atas tanah yang kini digunakan sebagai lokasi Tersus tersebut. Bahkan, menurutnya, terdapat sejumlah kejanggalan dalam dokumen pelepasan hak lahan yang sempat diperlihatkan kepada perwakilan keluarga.

“Kami tidak pernah melakukan pelepasan hak atas tanah tersebut. Saat dokumen diperlihatkan, kami menemukan beberapa kejanggalan,” ujar Ali Usman.

Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga telah berulang kali diajak bernegosiasi oleh pihak perusahaan, namun hingga kini tidak ada penyelesaian yang jelas.

“Kami sudah capek diajak bernegosiasi tanpa ujung. Kemarin saat pertemuan di Batam di hadapan KSOP Tanjung Balai, pihak perusahaan yang juga dihadiri pihak Marine menyarankan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun hingga sekarang tidak ada hasil, hanya penundaan-penundaan saja,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan keluarga, Marzuki, mengatakan aksi demonstrasi dilakukan agar pemerintah mengetahui adanya persoalan yang mereka anggap belum terselesaikan terkait operasional Tersus tersebut.

“Kami melakukan aksi ini agar pemerintah mengetahui adanya permasalahan terkait Tersus tersebut. Kami sudah berkeliling melakukan musyawarah, namun belum ada penyelesaian. Kami tetap meyakini bahwa lahan tersebut milik keluarga kami dan tidak pernah merasa menandatangani pelepasan hak tersebut,” ujar Marzuki.

Ia menambahkan, sebagian anggota keluarga menilai jika tidak ada pihak yang dapat menghentikan operasional Tersus tersebut, maka mereka juga merasa memiliki hak atas lahan tersebut.(Juky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP