PEKANBARU || Kecamatan Rumbai kembali mengintensifkan gerakan percepatan penurunan stunting melalui rangkaian sosialisasi, edukasi keluarga berisiko, dan penyerahan sertifikat ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil) kepada calon pengantin. Agenda ini dipimpin oleh Camat Rumbai Abdul Rahman, S.IP., M.Si, bersama Ketua TP-PKK Rumbai Suharni, S.Pd, PPKBD Rumbai, TPK Lembah Damai, serta Penyuluh KB Kecamatan Rumbai Hendrizal, SH.
Seluruh kegiatan selaras dengan regulasi nasional, khususnya Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang pelaksanaannya dikawal oleh Kementerian Kemendukbangga/ BKKBN sebagai leading sector percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, ELSIMIL diserahkan kepada calon pengantin yang telah menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan pranikah, konseling gizi, dan asesmen kesiapan berkeluarga. Sertifikat ini menjadi indikator bahwa pasangan telah memenuhi standar kesiapan menikah dan siap hamil yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Kemendukbangga dan BKKBN.
Penyuluh KB Kecamatan Rumbai, Hendrizal, SH, kembali menjadi motor utama dalam edukasi lapangan. Ia menyampaikan materi mengenai 1000 HPK, pencegahan anemia, sanitasi keluarga, perbaikan pola makan, serta risiko kehamilan pada usia tidak ideal. Edukasi dilakukan secara langsung ke rumah warga serta kelompok masyarakat di kelurahan, memastikan seluruh informasi tersampaikan dengan jelas dan tepat sasaran.
Yang menjadi sorotan, kegiatan ini tetap berlangsung meskipun memasuki hari libur. Tim Kecamatan Rumbai menilai bahwa pencegahan stunting tidak mengenal hari kerja atau akhir pekan. Semakin sering turun ke lapangan, semakin cepat target intervensi dapat diselesaikan.
Camat Rumbai Abdul Rahman menyatakan bahwa dukungan regulasi dari pusat merupakan fondasi penting.
“Gerakan percepatan penurunan stunting adalah mandat nasional. Kami menjalankan instruksi Presiden melalui pendampingan Kemendukbangga dan BKKBN agar masyarakat Rumbai benar-benar siap dari hulu,” ujarnya.
Ketua TP-PKK Rumbai Suharni, S.Pd menambahkan bahwa keterlibatan kader PKK, PPKBD, TPK, dan penyuluh adalah kunci. Kolaborasi ini menjadi ujung tombak edukasi keluarga, terutama calon pengantin yang berisiko tinggi bila tidak dibekali pengetahuan dasar mengenai kesehatan pranikah dan pola hidup sehat.
Dengan sinergi pemerintah kecamatan, TP-PKK, PPKBD, TPK Lembah Damai, dan pendampingan teknis dari Kemendukbangga serta BKKBN, Kecamatan Rumbai kembali menunjukkan bahwa upaya penurunan stunting bukan hanya program sektoral, tetapi gerakan bersama lintas unsur yang dijalankan konsisten, terukur, dan tanpa mengenal hari libur.












