PEKANBARU || Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra mewakili Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menghadiri kegiatan Jambore Ekologis Malay Youth Summit & Festival Kebudayaan Melayu Riau 2026 yang digelar di Taman Wisata Alam Mayang.
Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Reza menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya mencintai budaya Melayu, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
Menurutnya, momentum jambore harus menjadi ruang memperkuat semangat kebersamaan, kreativitas, dan mendorong lahirnya aksi nyata dalam menjaga alam serta warisan budaya daerah.
“Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya mencintai budaya daerahnya, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan,” ujarnya,Kamis 21/5/26.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan semangat jambore sebagai gerakan bersama dalam menjaga kelestarian alam dan budaya Melayu Riau.
“Mari kita jadikan semangat jambore ini sebagai gerakan bersama menjaga sungai tetap bersih, menjaga hutan tetap hijau, menjaga budaya tetap hidup, dan menjaga persatuan tetap kuat,” katanya.
Menurut Reza, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melestarikan identitas budaya.
“Karena sesungguhnya kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya menjaga lingkungan dan melestarikan budayanya,” tutupnya.(A-R)












