Hari Kelima, Tim Gabungan Perkuat Pendinginan Karhutla di Lahan Gambut Payung Sekaki

PEKANBARU, RiauBerantas.com — Upaya memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak kembali meluas terus dilakukan tim gabungan di Jalan Sidorukun Ujung, RT 07/RW 02, Kelurahan Bandaraya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

Memasuki hari kelima, Kamis (27/8/2026), tim gabungan kembali melakukan pendinginan terhadap lahan gambut yang sebelumnya terbakar seluas sekitar 2 hektare. Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin L Gaol, S.H., M.M.

Sebanyak 20 personel dikerahkan dalam kegiatan tersebut, terdiri atas delapan personel Polri, dua personel TNI, enam personel BPBD Kota Pekanbaru, serta empat personel Dinas PUPR Kota Pekanbaru.

Proses pendinginan menghadapi medan cukup berat karena lokasi didominasi tanah gambut, semak belukar, tanaman akasia dan pinang. Kondisi itu membuat bara berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah meski api di permukaan telah padam.

Tim melakukan penyiraman atau soaking secara berulang pada sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap. Vegetasi lapuk diuraikan, sementara lapisan gambut dibongkar menggunakan peralatan sederhana seperti batang kayu, cangkul dan garu agar air dapat meresap lebih dalam.

Namun, upaya tersebut terkendala minimnya sumber air. Tim masih mengandalkan suplai dari mobil tangki PUPR, BPBD serta kanal galian masyarakat yang debit airnya terbatas.

Keterbatasan jumlah selang dan jangkauan mesin juga menjadi kendala dalam menjangkau titik-titik asap yang berada cukup jauh dari sumber air.

Hingga sekitar pukul 18.00 WIB, kegiatan pendinginan dihentikan sementara. Meski demikian, sejumlah titik masih terpantau mengeluarkan asap tipis sehingga personel tetap melakukan pemantauan di lokasi.

Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin L Gaol mengatakan pendinginan dilakukan secara menyeluruh mengingat karakteristik lahan gambut yang memungkinkan bara tersimpan di bawah permukaan.

“Kita tidak hanya melakukan penyiraman di permukaan. Titik-titik yang masih mengeluarkan asap kita lakukan penyiraman secara menyeluruh dan tanah gambutnya kita uraikan agar air bisa masuk ke bagian dalam,” kata Rafidin.

Menurutnya, keterbatasan sumber air menjadi kendala utama dalam proses pendinginan. Kondisi kanal di sekitar lokasi juga belum mampu memenuhi kebutuhan air secara optimal.

“Yang menjadi kendala adalah sumber air yang minim. Kita masih mengandalkan suplai dari tangki PUPR, BPBD dan kanal masyarakat. Jumlah selang dan jangkauan mesin juga terbatas,” ujarnya.

Rafidin memastikan tim gabungan akan kembali melakukan pendinginan pada Jumat (28/8/2026) pagi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Kita pastikan lokasi ini benar-benar aman. Karena masih ada asap tipis di beberapa titik, besok pagi kegiatan pendinginan akan kita lanjutkan kembali,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP