Dari Balik Rutan, Selada Hidroponik Jadi Produk UMKM dan Bekal Kemandirian Warga Binaan

PEKANBARU, RiauBerantas.com — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru terus mengembangkan program pembinaan warga binaan melalui kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi. Salah satunya dengan mengembangkan budidaya selada hidroponik yang kini mulai dipasarkan sebagai bagian dari produk UMKM hasil pembinaan.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya Rutan Pekanbaru dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan Rutan, warga binaan dilibatkan dalam seluruh proses budidaya, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga proses panen. Hasil tanaman kemudian dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi dipasarkan kepada masyarakat.

Budidaya hidroponik dipilih karena mampu memanfaatkan lahan secara efisien sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan dalam mengelola usaha pertanian modern.

Tak berhenti pada aspek produksi, Rutan Pekanbaru juga mendorong hasil budidaya tersebut masuk dalam pengembangan UMKM. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan kegiatan pembinaan yang tidak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang kemandirian ekonomi bagi warga binaan.

Menariknya, Rutan Pekanbaru memberikan Kartu Prioritas kepada masyarakat atau pengunjung yang membeli produk UMKM hasil pembinaan. Fasilitas tersebut memberikan kemudahan berupa bebas antre ketika melakukan kunjungan atau besuk, dengan tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme layanan kunjungan yang berlaku.

Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, Erwin Siregar, mengatakan dukungan masyarakat terhadap produk hasil pembinaan memiliki arti penting bagi keberlanjutan program pemberdayaan warga binaan.

“Kami mengajak masyarakat untuk turut mendukung program pembinaan dengan memilih dan membeli produk hasil karya warga binaan. Setiap dukungan yang diberikan menjadi bagian dari proses membangun keterampilan, kemandirian, dan rasa percaya diri warga binaan agar nantinya siap kembali ke masyarakat,” ujar Erwin,Kamis 3/9/26.

Menurutnya, pembinaan melalui kegiatan produktif diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan dalam bekerja, mengelola usaha, serta menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

Program hortikultura hidroponik ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di Rutan tidak hanya berorientasi pada pembentukan kepribadian, tetapi juga penguatan keterampilan dan kemandirian.

Melalui ketahanan pangan dan pengembangan UMKM, Rutan Pekanbaru berupaya menciptakan warga binaan yang lebih produktif serta memiliki bekal keterampilan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP