Penyuluh KB Rumbai Inisiatif Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Serviks: Pemeriksaan Gratis HPV DNA Jadi Momentum Penting Penyelamatan Perempuan Indonesia

Pekanbaru – Komitmen kuat dalam perang melawan kanker serviks kembali ditunjukkan dari daerah. Penyuluh KB Kecamatan Rumbai, Hendrizal, SH, memimpin inisiatif kolaboratif penyelenggaraan Pemeriksaan Gratis HPV DNA di Balai Penyuluh KB Amanah, Selasa 9 Desember 2025, berkolaborasi dengan Tirta Medical Centre, institusi yang ditunjuk langsung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam pelaksanaan deteksi dini kanker serviks di Kota Pekanbaru.

Momentum ini diperkuat dengan hadirnya tenaga medis profesional Agecha Leochi Rieskika, A.Md.Kep, dari Tirta Medical Centre, yang menjadi eksekutor pemeriksaan di lapangan. Sinergi tenaga kesehatan dan penyuluh KB menjadi fondasi program ini berjalan efektif.

Kegiatan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB, dengan sasaran perempuan usia 30–69 tahun yang telah menikah, serta perempuan di bawah 30 tahun yang sudah menikah, sesuai standar skrining nasional. Program ini merupakan bagian dari strategi percepatan nasional penurunan angka kematian akibat kanker serviks—penyakit yang sampai hari ini menjadi pembunuh nomor dua perempuan Indonesia setelah kanker payudara.

Dalam keterangannya, Hendrizal, SH, menegaskan bahwa penyuluh KB harus menjadi motor perubahan sosial dan kesehatan.

“Ini bukan proyek seremonial, ini gerakan penyelamatan nyawa perempuan Indonesia. Kanker serviks bisa dicegah: kuncinya deteksi dini. Kami ingin Rumbai menjadi role model nasional bahwa penyuluh KB bukan hanya penyampai program, tetapi penggerak transformasi kesehatan keluarga. Ketika penyuluh turun, publik bergerak,” tegas Hendrizal.

Menurutnya, masih banyak perempuan yang tidak melakukan pemeriksaan karena rasa takut, tabu sosial, minim edukasi, dan faktor ekonomi. Karena itu, layanan gratis ini tidak boleh dianggap sepele. “Menunda pemeriksaan berarti mempertaruhkan masa depan keluarga. Kita bicara tentang ibu, istri, anak perempuan, dan tulang punggung keluarga. Tidak ada alasan untuk menunggu sampai terlambat.”

Program ini mendapat dukungan kuat dari tokoh masyarakat Israwanis (RT 01 / RW 02 Limbungan Baru), jaringan relawan Balai Penyuluh Amanah, serta koordinasi teknis oleh Ina Astuti sebagai PIC lapangan. Kehadiran masyarakat dan antusiasme peserta menunjukkan kesadaran kesehatan mulai tumbuh dan perlu terus diperkuat.

Selain layanan pemeriksaan medis, peserta memperoleh edukasi kesehatan bersama pemateri ahli, tenaga pemeriksa profesional, jaminan kerahasiaan data, snack, makan siang, dan paket sembako sebagai bentuk dukungan sosial.

Hendrizal menegaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda berkelanjutan.

“Gerakan ini tidak berhenti hari ini.  Perempuan berhak mendapatkan perlindungan kesehatan terbaik. Ketika perempuan sehat, bangsa kuat. Rumbai akan menjadi episentrum kesadaran nasional.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP