Mantan Juru Bicara Ditjen PAS Dipercaya Pimpin Lapas Perempuan Bandung

JAKARTA, RiauBerantas.com — Mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Dr. Tr. Rika Aprianti, S.Sos., M.Si., resmi diberi amanah baru sebagai Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung. Penunjukan ini mempertegas peran kepemimpinan perempuan Kemenkumham dalam mengawal reformasi pemasyarakatan dan pelayanan publik pada Selasa (22/9/2026).

Transformasi Humas dan Keterbukaan Informasi Publik

Pengabdian Rika Aprianti di lingkungan Ditjen PAS identik dengan penguatan komunikasi publik. Berbekal pengalaman panjang menangani kehumasan, ia menjadi tumpuan institusi dalam menyampaikan kebijakan serta menangani isu-isu strategis pemasyarakatan secara terbuka dan akuntabel.

Langkah komunikasi edukatif yang dibangun Rika terbukti efektif membentuk persepsi publik yang objektif terhadap program pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Keterbukaan informasi dan kemitraan erat bersama insan pers senantiasa menjadi pijakan utamanya saat mengelola humas pusat.

Fondasi Akademis dan Penguatan Reformasi Birokrasi

Latar belakang pendidikan hingga jenjang Doktor (Dr.) dan Magister (M.Si) memperkuat kapasitas Rika dalam mengeksekusi kebijakan birokrasi. Ia konsisten mendorong modernisasi layanan protokoler serta digitalisasi informasi di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) se-Indonesia.

“Perjuangan Kartini hari ini adalah bagaimana kita, sebagai perempuan, mampu memberikan karya terbaik, menjaga integritas, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara di mana pun kita bertugas,” ujar Dr. Tr. Rika Aprianti, S.Sos., M.Si., Kalapas Perempuan Kelas IIA Bandung.

Fokus pembinaan kemandirian serta rehabilitasi sosial WBP dipastikan tetap menjadi prioritas kerja di tempat tugas terbarunya. Pendekatan berbasis humanisme dipadukan dengan penegakan tata kelola yang profesional.

Kepemimpinan Perempuan di Sektor Hukum

Dukungan terhadap kepemimpinan Rika juga datang dari organisasi kemasyarakatan dan insan pers. Ketum FORSIMEMA-RI Syamsul Bahri mengatakan, Gaya kepemimpinan yang tegas, teliti, serta berempati dinilai mampu menginspirasi generasi muda birokrat, khususnya kaum perempuan di sektor hukum dan keamanan publik.

“Gelar kepemimpinan ini menjadi bukti nyata bahwa rekam jejak dan integritas merupakan kunci utama transformasi birokrasi. Peralihan tugas menuju Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung diharapkan semakin mengoptimalkan fungsi reintegrasi sosial bagi warga binaan,” pungkas Syamsul.

Penulis: Lakalim Adalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP