RIAU — Jejak Hijau Lestari mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian hutan di Provinsi Riau melalui edukasi lingkungan dan aksi nyata. Ajakan ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati, serta mempertahankan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Hutan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia dan keberlangsungan alam. Selain menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa liar, hutan berfungsi menyimpan karbon, membantu mengatur siklus air, menjaga kondisi tanah, serta menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Di Provinsi Riau, perlindungan hutan juga berkaitan erat dengan upaya menjaga ekosistem gambut dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi menimbulkan kabut asap.
Melalui kampanye bertajuk “Saatnya Kita Menjaga Hutan di Provinsi Riau”, Jejak Hijau Lestari menegaskan bahwa menjaga hutan bukan sekadar mempertahankan pepohonan, melainkan melindungi ruang hidup manusia dan satwa liar. Kerusakan hutan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, mengancam habitat satwa, serta meningkatkan risiko berbagai persoalan lingkungan.
Salah satu anggota Jejak Hijau Lestari, Nanang Riyaldi, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas seruan atau slogan.
“Menurut saya, menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi lingkungan, tetapi tanggung jawab kita semua. Hutan merupakan bagian penting dari kehidupan yang manfaatnya kita rasakan bersama. Jika kita membiarkan kerusakan hutan terus terjadi, maka kita juga sedang mempertaruhkan masa depan lingkungan dan generasi yang akan datang,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam. Menurutnya, langkah sederhana seperti tidak membakar lahan, mendukung kegiatan penghijauan yang sesuai dengan kondisi ekosistem, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyebarkan edukasi yang benar dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian hutan.
“Jangan sampai kita baru menyadari betapa pentingnya hutan setelah bencana datang. Kita harus mulai peduli dari sekarang, mulai dari lingkungan terdekat, dan mengajak lebih banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton ketika lingkungan mengalami kerusakan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi,” tambahnya.
Jejak Hijau Lestari berharap kampanye ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya perlindungan hutan, terutama di Provinsi Riau yang memiliki ekosistem hutan dan gambut dengan fungsi ekologis penting. Upaya pelestarian membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, hingga pelaku usaha.
Melalui edukasi dan kolaborasi, Jejak Hijau Lestari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kelestarian hutan. Sebab, keberhasilan perlindungan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh besarnya program yang dijalankan, tetapi juga oleh konsistensi kepedulian dan tindakan nyata yang dilakukan bersama.

Hutan Riau adalah warisan alam sekaligus penopang kehidupan. Menjaganya hari ini berarti melindungi masa depan generasi mendatang.












