SIAK — Upaya membangun kesadaran menjaga lingkungan sejak dini terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 15 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Tahun 2026. Berkolaborasi dengan lingkungan pendidikan di Desa Berumbung Baru, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, mahasiswa KKN memberikan tong sampah organik dan anorganik kepada SDN 05, SDN 20, serta pondok pesantren di desa tersebut.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program sosialisasi pemilahan sampah yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Kelompok 15 KKN UMRI. Setelah memberikan edukasi mengenai pentingnya membedakan sampah berdasarkan jenisnya, mahasiswa kemudian menyediakan sarana pendukung agar pengetahuan tersebut dapat diterapkan secara langsung oleh siswa dan santri.
Pemberian dua jenis tong sampah tersebut diharapkan dapat membiasakan siswa dan santri untuk membuang sampah sesuai kategorinya. Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, dipisahkan dari sampah anorganik seperti plastik, botol, dan kemasan sekali pakai.
“Pemberian tong sampah ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi yang sudah kami lakukan. Kami tidak ingin kegiatan berhenti hanya pada penyampaian materi, tetapi juga menyediakan fasilitas agar siswa dan santri dapat langsung mempraktikkan pemilahan sampah,” ujar salah satu mahasiswa KKN Kelompok 15.
Menurut Kelompok 15 KKN UMRI, pembiasaan memilah sampah perlu dilakukan secara konsisten dan dimulai dari lingkungan terdekat. Sekolah dan pondok pesantren dinilai menjadi tempat strategis untuk menanamkan perilaku peduli lingkungan karena siswa dan santri dapat menjadi agen perubahan yang turut mengajak keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.
Selain mendukung kebersihan lingkungan pendidikan, program ini juga menjadi bagian dari komitmen KKN Kelompok 15 dalam menjalankan kegiatan yang berkelanjutan. Edukasi yang telah diberikan sebelumnya diperkuat dengan penyediaan sarana sehingga terdapat kesinambungan antara pengetahuan, praktik, dan pembiasaan dalam pengelolaan sampah.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 15 UMRI berharap budaya memilah sampah dapat terus diterapkan meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir. Langkah sederhana melalui pemisahan sampah organik dan anorganik diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan sekolah, pondok pesantren, serta mendukung terciptanya lingkungan Desa Berumbung Baru yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Sumber: Kelompok 72 mahasiswa KKN 2026 Universitas Muhammadiyah Riau
HypeLink : https://umri.ac.id/












