Tradisi Ayo Onam di Kampar, Dari Ziarah Kubur hingga Makan Bajambau

KAMPAR || Ribuan masyarakat Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, memadati rangkaian peringatan hari raya enam atau yang dikenal dengan tradisi Ayo Onam, Jumat pagi.

Tradisi turun-temurun ini juga diikuti warga dari sejumlah desa di Kecamatan Bangkinang. Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan—tokoh ulama, cerdik pandai, tokoh pemuda, hingga anak-anak—tampak antusias mengikuti kegiatan yang sarat nilai religi dan budaya tersebut.

Ayo Onam tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat, baik yang menetap di kampung halaman maupun yang pulang dari perantauan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan ziarah kubur dan doa bersama di makam-makam yang tersebar di wilayah Desa Sipungguk hingga ke Kelurahan Pulau.

Salah seorang tokoh pemuda, Lufi Lasbinur, mengatakan bahwa tradisi ini merupakan warisan leluhur yang terus dijaga oleh masyarakat.

“Ini adalah tradisi turun-temurun dari nenek moyang kami, khususnya di Desa Sipungguk. Melalui ziarah dan doa bersama ini, kita diingatkan bahwa kehidupan di dunia sangat singkat dan setiap yang bernyawa akan kembali kepada Sang Ilahi,” ujarnya kepada awak media, Sabtu 28/3/26.

Setelah ziarah di Desa Sipungguk, masyarakat melanjutkan kegiatan ke makam di desa tetangga, sebelum kembali ke Sipungguk.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan makan bersama atau bajambau di Masjid An-Nur, Dusun Teratak, sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Tradisi Ayo Onam hingga kini tetap lestari dan menjadi bagian penting dalam memperkuat nilai kebersamaan serta kearifan lokal masyarakat Kampar.(Rio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP