Pelansir Gila-gilaan Lansir Bio Solar di SPBU 14287634

DURI ,RiauBerantas.com – Para Pelangsir gila-gilaan lansir BBM Subsidi jenis Bio Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SPBU 14.287.634 (SPBU 14287634 – Pertamina Brightspace) Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Riau, saat pemerintah berupaya keras melakukan penghematan energi.

Di antara upaya pemerintah melakukan penghematan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global, yakni dengan diberlakukannnya ‘Work From Home’ (WFH), dan manaikkan harga BBM non subsidi jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan lainnya.

Tetapi, upaya pemerintah tersebut kontras dengan apa yang terjadi di wilayah kota Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Riau.

Dari pengamatan media di Duri, Kabupten Bengkalis Rabu (7/10) hingga Kamis (8/10), di SPBU yang berada di kawasan Jalan Hang Tuah, Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau, situasi dan kondisi cukup miris dan mengkhawatirkan, sebab BBM Subsidi jenis Bio Solar harusnya menjadi hak rakyat disalahgunakan dan diselewengkan oknum-oknum para pengepul BBM dengan cara melansir BBM secara terang-terangan dan gila-gilaan menggunakan truk-truk Colt Diesel, pick Up L 300, mini bis, truk balak, serta berbagai jenis kendaraan.

Mereka tidak peduli BBM Subsidi harusnya menjadi hak rakyat setelah dilansir, disimpan, serta ditimbun di gudang-gudang pengepul yang menyebar di wilayah Duri sekitarnya, lalu dijual sesuai permintaan dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah ‘emas hitam’ nama lain dari Duri, Kabupaten Bengkalis.

“Para Bos pelansir BBM Subsidi demi cuan (uang) memperkaya diri, keluarga dan kelompoknya tidak peduli dengan peraturan dan perundang-undangan dan hak rakyat.”

Terpantau pada minggu kedua Oktober 2026 sekira pukul 12.00 WIB, antrean panjang kendaraan mulai mengular di jalur masuk SPBU di kawasan Jalan Hang Tuah Duri.

Kendaraan jenis truk-truk Colt Diesel kuning, tanpa muatan dan penumpang mendominasi dan paling menonjol di tengah antrean yang mengular. Tidak hanya itu, L 300, Panther, Fortuner dan lainnya parkir sebelah kiri persis depan mushola siap-siap menerobos antrean untuk mendapatkan BBM Subsidi jenis Bio Solar.

Sementara, para sopir ada yang di belakang kemudi mobil di tengah antrean was-was dan takut tidak dapat jatah. Para sopir lainnya memilih nongkrong dengan mobil parkir di depan Rumah Makan tepat sebelah kiri akses menuju SPBU Jalan Hang Tuah Duri.

Para sopir truk-truk Colt Diesel Kuning diduga pelansir BBM Subsidi jenis Bio Solar sepertinya sudah terbiasa dengan situasi dan kondisi tersebut, sebab mereka bukan sehari dua hari melakukan pekerjaan sebagai sopir kenderaan diduga diigunakan untuk melansir BBM Subsidi tetapi sudah bertahun lamanya.

Sementara itu, terlihat truk tangki merk PT Elnusa dan Pertamina Patra Niaga sedang membongkar BBM Subsidi ke dalam bunker berada tepat pojok sebelah kiri jalur ke luar areal SPBU.

“Truk Tangki selesai membongkar muatan meninggalkan areal SPBU tak mau tahu BBM Subsidi jenis Bio Solar harus menjadi hak rakyat disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggunga Jawab, diduga ada ketertlibatan pihak pengelola setali tiga uang dengan para toke pelansir BBM Subsidi.”

“BBM Subsidi jenis Bio Solar baru saja dibongkar bukan didistribusikan sekarang (hari ini). Tetapi, BBM Subsidi tersebur stok untuk didistribusikan besok harinya,” kata sumber kepada wartawan layak dipercaya.

Mendapat informasi tersebut awak media melakukan kroscek besok hari sekitar pukul 06.00 WIB atau pukul 07.00 WIB di SPBU. Benar saja, puluhan kenderaan beda kasta adu sigap berburu BBM Subsidi jenis Bio Solar di Pompa kedua sebelah kiri depan kantor staf dan karyawan SPBU.

Saling mendahului atau potong memotong untuk mendapatkan BBM Subsidi hal yang biasa. Bahkan saling mencaci dan memaki antara sopir diduga pelansir BBM Subsidi telah menjadi budaya. Siapa yang ngotot bakal dapat jatah meski tidak sesuai peraturan dan perundang-undangan tentang BBM Subsidi jenis Bio Solar.

“Kejadian itu biasa Pak. Saya sejak beberapa tahun lalu hingga saat ini melihat pemandangan sudah biasa di SPBU Jalan Hang Tuah. Para sopir berebut ke Pompa demi mendapat jatah BBM Subsidi jenis Bio Solar lumrah terjadi. Para sopir mencari cuan (uang) dengan cara melansir BBM Subsidi. Mereka apalah Pak. Oknum-oknum toke yang menyuruh agar mereka melakukan pekerjaan itu,” ucap seorang sopir mini bis hendak mengisi BBM jenis pertalite rada kesal, seraya mengatakan enggak jelas semua itu warga umum yang mau isi BBM Subsidi jenis Bio Solar jadi korban terpaksa antre berjam-jam lamanya bukan disebabkan BBM Subsidi langka tetapi ulah oknum-oknum sopir diduga pelansir.

Pihak pengelola SPBU SPBU 14.287.634 (SPBU 14287634 – Pertamina Brightspace) di Jalan Hang Tuah, mulai dari Mandor Lapangan, Operator hingga pekerja lainnya seperti membiarkan aktivitas para pelansir bebas membeli BBM Subsidi jenis Bio Solar tidak sesuai dengan standar operasional prosedur pendistribusian, dan penggunaan Bio Solar bagi kendaraan, dan masyarakat umum.

“Pengelola telah berusaha menertibkan para pelansir secara makskmal agar mengikuti antrean tetapi selalu gagal,” ujar M Asril, pihak pengelola SPBU SPBU 14.287.634 (SPBU 14287634 – Pertamina Brightspace) di Jalan Hang Tuah Duri di suatu perbincangan.

Selain melakukan penertiban para pelansir yang mau mengisi Bio Solar agar mengikuti antrean. Ia mengakui pihak SPBU telah melakukan pembatasan pengisian BBM. “Pihak SPBU tugasnya menjual BBM tidak bisa melarang para pelansir agar tidak melakukan pengisian di SPBU Jalan Hang Tuah,” jelasnya.

Sementara, manajemen PT Pertamina Patra Niaga, melalui Fahrougi, Humas Marketing Operation Region (MOR), yakni unit wilayah operasi pemasaran yang bertanggung jawab untuk mengelola rantai distribusi, pasokan, serta penjualan produk hilir Pertamina,
saat dikonfirmasi lewat pesan singkat WhatsApp Minggu (11/10/2026) kemarin tidak menjawab.(Parlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP