MADIUN, detikindo24.com – Komitmen Turunkan Angka Stunting anak di wilayahnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbersari Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun laksanakan Program Bantuan Tambahan (PMT) kepada para balita. Senin (13/3/2023)
Adapun kegiatan pelaksana PMT di Pemdes Sumbersari hari ini bekerja sama dengan Tim penggerak PKK dan Tenaga pendamping Kesehatan (Nakes) Puskesmas Sumbersari.
Dalam pelaksanaan progam ini, adalah merupakan tindak lanjut dari intruksi Bupati Madiun H.Ahmad Dawami dalam rangka percepatan penurunan angka stunting yang ada di Kabupaten Madiun .
Menurut Isnanto selaku Kepala Desa Sumbersari menuturkan, Sejak diawali pada tanggal 2 Maret 2023 kemarin, program Pemberian Makanan Tambahan ( PMT ) didesanya sudah berjalan 12 hari. program ini merupakan bentuk keprihatinan kami kepada generasi yang akan datang.
Lebih lanjut, pemenuhan gizi yang cukup kepada balita merupakan langkah awal pencegahan Stunting pada anak, tentunya ini merupakan tanggung jawab kita semua terlebih kepada orang tua untuk lebih ekstra dalam pemberian asupan nutrisi pada anak , sehingga tumbuh kembang anak tidak terganggu apa lagi Stunting.
Isnanto menambahkan, Sebanyak 31 Anak yang berada di Desa Sumbersari ikut dalam program PMT kali ini , pihaknya juga menjelaskan terkait anggaran yang di keluarkan dalam program ini bersumber dari Dana Desa (DD) Sumbersari tahun 2023.
Dikatakan, pemberian makanan tambahan dua kali sehari dan vitamin ini, Merupakan langkah yang tepat dalam rangka penurunan angka Stunting yang berada di Desa Sumbersari.
Selaku Kepala Desa, saya berharap semoga angka stunting yang berada di desa Sumbersari ini tidak ada lagi sehingga untuk generasi mendatang jauh lebih baik.
Edukasi Pentingnya Pencegahan Stunting.
Stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.
Karena mengalami kekurangan gizi menahun, bayi stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita seumurnya.
Masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak.












