SULTENG ||Pemerintah Kabupaten Tolitoli menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak pada Kamis, 20 November 2025 di Aula Suwat Molripakatan Kantor Bappeda. Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rustan Rewa SP, MP, yang hadir mewakili Bupati Tolitoli H, Amran H, Yahya karena Bupati sedang melaksanakan tugas kedinasan di luar daerah.
Pembukaan dilakukan dengan membacakan sambutan resmi Bupati Tolitoli, sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan sosialisasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang PHP dan PKA Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Tengah selaku narasumber, Camat Baolan, Satgas kecamatan se-Kabupaten Tolitoli, para lurah, kepala desa se-Kecamatan Baolan, serta seluruh peserta sosialisasi.
Perlindungan Perempuan dan Anak Menjadi Prioritas Daerah
Dalam sambutan yang dibacakan, pemerintah menegaskan bahwa isu kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan sekadar persoalan hukum, tetapi berkaitan langsung dengan martabat dan masa depan generasi. Oleh sebab itu, perlindungan perempuan dan anak menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Tolitoli.
Sosialisasi ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat sistem pencegahan hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. Kehadiran Satgas Kecamatan diharapkan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan masing-masing.
Tiga Harapan Utama dari Kegiatan Sosialisasi
Sambutan Bupati yang dibacakan pada pembukaan acara menyampaikan tiga poin harapan:
1. Satgas kecamatan memahami peran strategis dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
2. Layanan perlindungan di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa berjalan lebih cepat dan responsif.
3. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.
Mewujudkan Lingkungan yang Aman
Dalam sambutan tersebut, pemerintah juga menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan aman bagi perempuan dan anak. Setiap anak berhak tumbuh dengan bahagia dan setiap perempuan berhak hidup dengan rasa aman.
Pembukaan kegiatan secara resmi ditandai dengan pengucapan “Bismillahirrahmanirrahim”, menandai warna baru dalam upaya memperkuat pencegahan kekerasan di Tolitoli.
Pantun Sambutan
Mentari muncul membawa terang,
Menyinari kampung hingga ke kota.
Kita cegah kekerasan sedini mungkin,
Untuk Tolitoli yang damai dan sejahtera.
(Syamsu Alam)












