JAKARTA ||Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan buka puasa bersama di Jakarta, Kamis (5/3/2026), guna merumuskan arah strategis organisasi.
Ketua Umum PB IKA PMII, Drs. Fathan Subchi, M.A.P., menegaskan bahwa forum ini merupakan pijakan penting bagi organisasi untuk berkontribusi nyata dalam konstelasi global.
Menurutnya, alumni PMII harus menjadi motor penggerak yang optimistis, terutama dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8 persen.
“Kita perlu membangun sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. IKA PMII hadir untuk memastikan Indonesia tidak hanya berdaya secara domestik, tetapi juga kontributif di level internasional, terutama pada sektor energi dan pangan,” ujar Fathan saat membuka acara secara simbolis dengan pemukulan gong.
Konsolidasi Internal dan Ekspansi Wilayah
Dalam laporan organisasinya, Fathan menjelaskan bahwa tahun pertama kepengurusan periode ini difokuskan pada Tandhim Al-Harakah atau perapian barisan. Langkah ini diambil untuk memastikan mesin organisasi berjalan solid dari pusat hingga daerah sebelum melangkah ke transformasi gerakan yang lebih luas di tahun kedua.
Sejauh ini, PB IKA PMII telah melantik sedikitnya 17 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di seluruh Indonesia. Antusiasme yang luar biasa terlihat di wilayah Indonesia Timur, meskipun Fathan mengakui masih terdapat tantangan administratif dalam mendefinitifkan kepengurusan di beberapa provinsi baru di Papua karena keterbatasan jumlah alumni di daerah pemekaran tersebut.
“Tugas utama alumni adalah saling menopang. Kita harus memastikan estafet kepemimpinan berjalan, di mana senior membantu juniornya masuk ke ruang-ruang strategis sosial, politik, dan ekonomi,” tambahnya, menekankan pentingnya loyalitas dalam satu wadah organisasi.
Forum Strategis Tokoh Lintas Sektor
Ketua panitia pelaksana, Muhammad Rodli Kaelani menyampaikan, meski digelar di tengah suasana Ramadan, agenda ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta dan tokoh kunci lintas lembaga. Kehadiran para pengambil kebijakan ini menandakan posisi strategis IKA PMII dalam pembangunan nasional.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, serta Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. Selain itu, hadir pula tokoh agama seperti K.H. Said Aqil Siroj dan Ketua MUI Asrorun Ni’am Sholeh.
Rapimnas ini diproyeksikan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis di bidang ketatanegaraan dan ekonomi. Hasil rumusan ini nantinya akan disinkronkan dengan arahan pemerintah, mengingat agenda terdekat Ketua Umum adalah memenuhi undangan Presiden untuk membahas ketahanan bangsa menghadapi tantangan global 2026.**












