LEBAK, RiauBerantas.com – Memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, pegiat sosial sekaligus pengelola media siber Enggar Buchori mengingatkan generasi muda Kabupaten Lebak untuk menafsirkan semangat persatuan tahun 1928 melalui tanggung jawab bermedia digital saat ini, Rabu (28/10/2026).
Menurut Enggar, medan perjuangan pemuda sekarang tidak hanya di lapangan fisik, melainkan di ruang maya yang diakses melalui genggaman ponsel setiap hari. Ia menegaskan bahwa ikrar Sumpah Pemuda masa kini berarti berkomitmen tidak menyebarkan hoaks, tidak memicu perpecahan, dan memanfaatkan media digital untuk kebaikan bersama.
“Dulu persatuan dibangun melalui pertemuan langsung dan persekutuan pemuda. Sekarang medan perjuangannya ada di genggaman ponsel setiap hari. Sumpah Pemuda di era sekarang berarti kita berjanji tidak menyebarkan hoaks, tidak memicu perpecahan, dan menggunakan ruang digital untuk kebaikan bersama,” ujarnya kepada awak media.
Enggar menjelaskan, media siber lokal di Lebak memiliki peran strategis untuk mengangkat aspirasi warga pedesaan, menyebarkan informasi program pembangunan, serta memperkenalkan budaya daerah yang jarang terjangkau oleh media berskala besar. Namun arus konten singkat yang tersebar tanpa verifikasi menjadi ancaman serius bagi kerukunan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa sebagian besar pemuda di daerah itu masih menerima informasi secara pasif dan cepat menyebarkan berita hanya karena judul yang menarik, tanpa memeriksa kebenaran sumber terlebih dahulu. Kebiasaan tersebut berpotensi merusak persatuan yang telah dibangun para pendahulu.
Dari sisi pengelola media siber lokal, kata Enggar, masih ada kendala keterbatasan sumber daya, pelatihan jurnalistik, dan tekanan kecepatan arus konten. Meski demikian, hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk melepaskan tanggung jawab menyebarkan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.
Enggar mengajak pemerintah dan lembaga terkait untuk mengadakan pelatihan literasi digital serta jurnalistik dasar bagi pemuda dan pengelola konten di wilayah pedesaan Lebak. Ia berharap dengan dukungan tersebut, media siber lokal dapat tumbuh menjadi pilar persatuan yang kuat bagi generasi muda setempat khususnya Kabupaten Lebak.












