GROW 2026 Berlanjut, SKK Migas-KKKS dan WCD Riau Targetkan Tanam 14.505 Pohon di Seluruh Riau

PEKANBARU – Program pemulihan lingkungan bertajuk Green Restoration of Our World (GROW) kembali bergulir di tahun 2026. Aksi kolaboratif ini menargetkan penanaman sebanyak 14.505 bibit pohon yang akan disebar di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

​Inisiasi hijau ini merupakan kerja bareng antara SKK Migas Sumbagut, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Riau, serta World Cleanup Day (WCD) Riau. Program GROW 2026 ini secara resmi dimulai di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia, Rabu (22/4/2026).

​Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison menjelaskan, program ini merupakan bentuk komitmen sektor hulu migas dalam mendukung keberlanjutan lingkungan hidup sekaligus mitigasi perubahan iklim.

​”Melalui program GROW 2026, kami ingin menegaskan bahwa sektor hulu migas memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga ketahanan energi, tetapi juga dalam mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Yanin dalam keterangannya.

Tahun ini, GROW melakukan lompatan signifikan. Jika pada tahun 2025 program ini berhasil menanam 7.500 bibit di 7 kabupaten (Indragiri Hulu, Kampar, Pelalawan, Bengkalis, Siak, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir), maka di tahun 2026 cakupannya diperluas ke seluruh wilayah Riau.

​”Perluasan cakupan hingga 12 kabupaten/kota dengan target 14.505 bibit pohon mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan dampak yang lebih luas dan terukur,” tambahnya.

​Kick-Off di Pekanbaru

Kota Pekanbaru dipilih sebagai lokasi awal rangkaian kegiatan. Sebanyak 1.000 bibit pohon dialokasikan untuk wilayah ini. Selain ditanam secara simbolis di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, ribuan bibit tersebut juga akan didistribusikan ke berbagai titik penanaman lainnya di wilayah Kota Bertuah.

​Adapun jenis bibit yang ditanam mencakup tanaman produktif dan peneduh yang memiliki nilai ekologis serta ekonomis, di antaranya:

​Durian, Mangga, Jeruk, ​Matoa, Kakao (Cokelat), Nangka, ​Ketapang Kencana (sebagai tanaman peneduh) ​Pemilihan jenis tanaman ini didasari pada kemampuan penyerapan karbon (carbon sequestration) yang baik guna mendukung pengurangan emisi.

​Kolaborasi KKKS Wilayah Riau

Aksi penghijauan ini turut melibatkan barisan KKKS yang beroperasi di wilayah Riau, antara lain PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), EMP Energi Gandewa, EMP Bentu Ltd, PT EMP Tunas Energi, PT Imbang Tata Alam, PT Bumi Siak Pusako, PT APG West Kampar Indonesia, dan PT SPR Langgak.

​Dukungan juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekanbaru. Yanin menyebut, program ini merupakan implementasi visi IOG 4.0 yang memperkuat kolaborasi lintas sektor.

​Sementara itu, pihak World Cleanup Day (WCD) Riau menilai pelibatan dunia pendidikan dalam kick-off ini sebagai langkah strategis untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini kepada generasi muda.

​Melalui GROW 2026, diharapkan sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dapat memastikan setiap titik penanaman memberikan manfaat ekologis yang berkelanjutan bagi Provinsi Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP