PEKANBARU, RiauBerantas.com – Sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di Kota Pekanbaru selama sebulan terakhir akhirnya dibongkar. Tim Jatanras Polda Riau bersama Polsek Bina Widya menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut dan menyita 44 unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.
Pengungkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan terhadap kasus curanmor yang terjadi di sejumlah wilayah Pekanbaru. Dari hasil pengembangan, petugas mengamankan seorang pria berinisial TS alias Sultan, warga Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, yang diduga berperan sebagai penadah.
Tak berhenti di penadah, polisi kemudian memburu para pelaku yang diduga menjadi eksekutor atau pemetik kendaraan. Lima orang turut diamankan, yakni LH alias Hakim, PR alias Colo, MA alias Dadan, AR alias Adit, yang merupakan warga Pekanbaru, serta BS alias Bayu, warga Kabupaten Kampar.
Kanit Jatanras Polda Riau Kompol Rainly mengatakan, para pelaku menggunakan modus yang relatif serupa saat menjalankan aksinya. Sepeda motor korban dirusak bagian stangnya, kemudian kendaraan didorong untuk menghindari suara mesin dan memudahkan pelaku membawa kabur motor.
“Modusnya rata-rata menggunakan patah stang, kemudian sepeda motor didorong,” ujar Rainly didampingi Kanit Reskrim Polsek Binawidya Iptu Martin Luther Munthe,Rabu 26/8/26.
Puluhan kendaraan yang diamankan kini masih menjalani proses pendataan dan pemeriksaan untuk mencocokkan nomor rangka, nomor mesin serta laporan kehilangan yang dibuat para korban. Dari 44 kendaraan tersebut, sebanyak delapan unit diketahui memiliki laporan polisi di Polsek Bina Widya.
Iptu Martin mengimbau masyarakat yang pernah kehilangan sepeda motor untuk segera mengecek kemungkinan kendaraannya termasuk dalam barang bukti yang telah diamankan polisi.
“Bagi warga yang ingin mengambil kendaraan bisa langsung datang ke Polsek dengan membawa dokumen atau surat-surat asli sebagai bukti kepemilikan,” kata Martin.
Rainly menegaskan, pengungkapan tersebut belum berhenti. Penyidik masih mendalami asal-usul puluhan kendaraan dan alur distribusinya untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun jaringan penadah yang lebih luas.
“Kasus ini masih terus kami kembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun jaringan penadah yang terlibat,” tegasnya.












