PEKANBARU, RiauBerantas.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menandai hari jadinya yang ke-27 dengan aksi konkret yang membumi. Memperluas makna pemberdayaan masyarakat, lembaga keuangan ini menggelar gerakan penanaman 29.000 bibit pohon secara serentak di 58 kantor cabang di seluruh Indonesia, termasuk di lingkungan Universitas Lancang Kuning (Unilak), Rabu (3/6/2026).
Aksi ini menegaskan bahwa komitmen PNM tidak hanya terbatas pada pendampingan usaha bagi masyarakat prasejahtera, tetapi juga merambah pada perbaikan ekosistem lingkungan. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi PNM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), yakni poin ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin ke-15 mengenai Ekosistem Daratan.
Sinergi Akademisi dan Praktisi
Di Pekanbaru, aksi penghijauan ini menyatukan kolaborasi antara praktisi perbankan dan akademisi. Penanaman pohon di kampus Unilak dihadiri langsung oleh jajaran dekanat, di antaranya Dekan Fakultas Pertanian Dr. Amalia, S.P., M.M., Dekan Fakultas Teknik Dr. Zainuri, S.T., M.T., serta Dekan Fakultas Kehutanan Dr. Ir. Eno Suwarno, M.Si.
Mewakili civitas akademika, pihak universitas memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut.
”Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-27 untuk PNM. Terima kasih atas kerja sama penanaman pohon di lingkungan kampus kami. Semoga ke depannya kita dapat terus berkolaborasi, terutama dalam kegiatan lingkungan yang sejalan dengan program nasional,” ujar perwakilan pihak universitas di sela-sela kegiatan.
Turut hadir memberikan dukungan Wakil Dekan III Fakultas Kehutanan Dr. Dodi Sukma R.A., S.Hut., M.Si., bersama Ketua BEM Fakultas Pertanian M. Yunus Dalimunthe dan Ketua BEM Fakultas Kehutanan Desman.
Berlanjut dari Aksi Kemanusiaan
Gerakan penghijauan ini merupakan keberlanjutan dari kampanye keberlanjutan RE3 FOR-E, yang sebelumnya sukses mengumpulkan 20 ton pakaian layak pakai untuk masyarakat membutuhkan, serta dukungan literasi bagi pelajar melalui program PNM Mengajar di 58 SMK dari Sabang hingga Merauke.
Melalui rangkaian aksi tersebut, PNM menunjukkan bahwa pemberdayaan yang sejati tidak hanya bicara soal akses modal, tetapi juga menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran lingkungan. Masa depan yang lebih baik, menurut PNM, tidak hanya dibangun dari usaha yang berkembang, tetapi juga dari bumi yang dirawat bersama.












