PEKANBARU, – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Limapuluh melakukan monitoring dan pengecekan langsung terhadap ketersediaan serta dinamika harga bahan pokok penting di wilayah hukum mereka, Pekanbaru, Riau. Langkah preventif ini diambil guna memastikan stabilitas pasokan pangan di tingkat pedagang sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan harga yang dapat memicu inflasi di tingkat daerah.
Pengecekan tersebut berpusat di Pasar Limapuluh yang terletak di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, secara umum ketersediaan sejumlah komoditas pangan utama di wilayah tersebut dilaporkan masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan harian masyarakat sehingga belum ditemukan adanya indikasi kelangkaan yang signifikan.

Dalam laporan resmi Polsek Limapuluh disebutkan bahwa mayoritas komoditas seperti beras, gula pasir, dan tepung masih mempertahankan harga yang relatif stabil tanpa adanya lonjakan yang berarti. Meski demikian, fluktuasi dan tren kenaikan harga mulai terlihat pada komoditas minyak goreng di tingkat eceran, sementara komoditas pangan lainnya masih terpantau normal.
Secara rinci, harga minyak goreng kemasan merek Sunco saat ini dipatok seharga Rp 42.000 per liter, disusul Minyak Kita yang berada di angka Rp 17.000 per liter, dan minyak goreng kemasan merek Kamila seharga Rp 18.000 per kilogram. Untuk komoditas beras eceran, merek Belida dijual Rp 16.500 per kilogram, sedangkan merek Aroma dan Koki berada di angka Rp 16.000 per kilogram. Adapun gula pasir dibanderol Rp 19.000 per kilogram, tepung beras dan ketan kemasan seharga Rp 8.000 per kilogram, serta telur ayam seharga Rp 55.000 per papan.
Merespons dinamika harga pada minyak goreng tersebut, pihak kepolisian menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan kepada masyarakat. Warga diimbau untuk tetap tenang dan melakukan pembelian kebutuhan pokok secara wajar demi menghindari perilaku panic buying atau pembelian berlebihan, yang secara teori justru dapat memicu kelangkaan tiruan di pasar.
Ke depan, Polsek Limapuluh bersama instansi terkait dari jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru akan terus mengintensifkan pengawasan secara berkala. Pengawasan linear dan pemantauan harga secara real-time ini diharapkan mampu mendeteksi dinamika pasar sejak dini, sehingga otoritas terkait dapat segera mengambil langkah intervensi yang diperlukan untuk menekan laju inflasi harga pangan.












