RIAUBERANTAS.COM, Pekanbaru – Jajaran Polsek Limapuluh Polresta Pekanbaru menggelar monitoring dan pengecekan langsung terhadap ketersediaan serta fluktuasi harga sembilan bahan pokok (sembako). Langkah pengawasan ini difokuskan di Pasar Tradisional Limapuluh, Jalan Sultan Syarif Kasim, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini menyasar sejumlah komoditas pangan strategis (bapokting) hingga bumbu dapur di tingkat pedagang eceran untuk memastikan rantai pasok dalam kondisi aman.
Pantauan di lokasi, agenda blusukan pasar ini dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Limapuluh Iptu Antoni dengan didampingi sejumlah personel lintas fungsi, di antaranya Bripka R. Valeri dan Aiptu Abd. Latif. Petugas tampak berdialog langsung dengan pedagang di depan lapak komoditas harian seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, hingga sayur-mayur.
Berdasarkan data riil yang dihimpun personel kepolisian di lapangan, komoditas beras eceran tercatat bervariasi, seperti beras merek Aroma di angka Rp 16.000 per kilogram, Belida Rp 16.500 per kilogram, dan Koki Rp 16.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas gula pasir bertengger di harga Rp 19.000 per kilogram, sedangkan tepung beras dan tepung ketan kemasan dijual merata Rp 8.000 per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng, petugas mencatat pergerakan harga yang cukup dinamis. Minyak goreng kemasan merek Sunco berada di angka Rp 42.000 per liter, Minyak Kita Rp 17.000 per liter, dan merek Kamila Rp 18.000 per kilogram. Sedangkan untuk kebutuhan protein harian seperti telur ayam harganya berada di kisaran Rp 55.000 per papan.
Secara terpisah, Kapolsek Limapuluh melaporkan bahwa dari hasil evaluasi menyeluruh, stok barang kebutuhan pokok penting di wilayah hukum Polsek Limapuluh saat ini masih sangat mencukupi kebutuhan harian warga sekitar.
”Secara umum, pasokan beras, minyak goreng, gula, hingga sayur-mayur dan bumbu dapur relatif stabil dan tidak ada indikasi kelangkaan yang signifikan. Kami melihat harga mayoritas komoditas masih stabil, meski ada sedikit pergerakan naik pada sektor minyak goreng,” ungkap pihak Polsek Limapuluh dalam keterangannya.
Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi berkala kepada publik mengenai kepastian stok ini. Langkah tersebut dinilai krusial agar tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat yang bisa berujung pada aksi pemborongan berlebihan (panic buying).
Guna mengantisipasi inflasi dan lonjakan harga yang tak wajar ke depan, Polsek Limapuluh berharap adanya pengawasan berkelanjutan dan sinergi dari instansi terkait untuk terus memantau dinamika pasar.
Aksi kontrol pasar yang berlangsung selama satu jam ini berakhir pada pukul 09.30 WIB dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas niaga masyarakat pun terpantau berjalan normal seperti biasa.












