MEDAN, RiauBerantas.com – Sekretaris Jenderal Satgas Inti Prabowo (SIP) Edison Marbun mencermati dinamika politik yang terjadi akhir-akhir ini, begitu juga dengan rilis beberapa lembaga survey yang menempatkan Prabowo Subianto diangka yang cukup menghawatirkan, kemungkinan trending positif yang menurun ini disebabkan beberapa hal :
1. Adanya upaya senyap yang mencoba melakukan perpecahan politik melalui skema gugatan ijazah wakil presiden Gibran Rakabuming Raka, sehingga menimbulkan spekulasi politik yang sangat besar. Dan ini merupakan hal yang sangat serius dalam menempatkan angka-angka survey kepuasan rakyat Indonesia pada pemerintahan Prabowo – Gibran.
2. Adanya program-program unggulan Prabowo – Gibran yang diduga dihancurkan oleh orang-orang lingkar dalam pemerintahan, sehingga menyandra trending positif terhadap pemerintahan Prabowo.
3. Adanya gerakan senyap oligarki yang tidak puas terhadap kebijakan strategis pemerintah dan yang dianggap membahayakan sektor-sektor ekonomi dan kerajaan bisnis kelompok oligarki.
4. Adanya pejabat-pejabat pemerintah yang dipercaya didalam pemerintahan tersandung kasus korupsi dan operasi tangkap tangan oleh KPK yang sampai saat ini belum dapat dilakukan pemeriksaan.
5. Adanya Badan atau BUMN baru yang dibentuk oleh pemerintah tetapi tidak dapat memberikan keuntungan kepada kas negara.
6. Adanya protes dari berbagai kepala daerah terkait pemotongan anggaran dari Pusat ke daerah dan lain-lain.
Dari beberapa indikator ini, Edison Marbun menilai, sangat memungkinkan penurunan trending positif terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Sehingga perlu diambil langkah-langkah kerja politik yang akurat apabila Prabowo Subianto masih menginginkan maju 2 periode tanpa wakil presiden yang sekarang.
Ada beberapa kemungkinan langkah politik yang harus diambil bila Presiden Prabowo Subianto maju tanpa Gibran.
1. Memperkuat Mesin Partai Gerindra.
Prabowo Subianto melalui ketua harian Partai Gerindra harus segera menggerakkan mesin partai untuk mengambil hati rakyat Indonesia melalui program-program unggulan.
2. Menetapkan Koalisi Permanen dari sekarang.
Prabowo Subianto melalui ketua harian harus segera memetakan dan menetapkan Koalisi Permanen dari partai politik lain. ini bertujuan untuk menumbuhkan soliditas dan menyatukan visi misi yang sama.
3. Mempertahankan, dan membina Jaringan Relawan.
Dalam kerja politik, ada hal yang tidak bisa di kesampingkan oleh Partai politik, yaitu Relawan Politik. Relawan Politik memiliki ruang kerja yang berbeda dari partai politik, sehingga beberapa kemenangan Joko Widodo dalam 2 periode selalu membina dan mempertahankan Relawan Politik.
4. Memperkuat dan menjalani komunikasi ke setiap kepala daerah.
Presiden Prabowo Subianto harus memperhatikan kepala daerah yang sebenarnya memiliki basis suara, sehingga perlu dilakukan kajian ulang terkait anggaran yang dibutuhkan daerah guna memperbaiki infrastruktur daerah yang digunakan masyarakat.
5. Menjadi penentu dukungan Politik atau Kingmaker.
Dengan kekuasaan yang sekarang, Partai Gerindra harus menjadi penentu mutlak dalam dukungan politik, ini adalah cara yang sangat penting untuk menghimpun partai-partai politik yang tidak tergabung didalam Senayan.
Edison Marbun juga berharap kedepannya Prabowo Subianto dapat terpilih sebagai presiden 2 periode untuk melakukan perubahan-perubahan yang sangat signifikan terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia. Melalui Jargon 2 tahun pemerintahan Prabowo – Gibran ” Tumbuh Merakyat, Makmur Bersama” Edison Marbun meyakini bahwa Indonesia Emas 2045 dapat tercapai.












