PEKANBARU, RiauBerantas.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengusulkan nama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah sebagai nama gerbang tol dalam kota yang menghubungkan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dengan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang.
Usulan tersebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Penamaan ini menjadi salah satu upaya Pemko Pekanbaru untuk mengangkat sejarah dan menghormati jasa tokoh pendiri Kota Pekanbaru.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan penggunaan nama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah merupakan bentuk penghargaan terhadap sosok yang memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Kota Pekanbaru.
Hal itu disampaikannya usai meninjau pembangunan Jalan Kabun di Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tuah Madani, Senin (2/11/2026).
Menurut Agung, penamaan gerbang tol dengan nama tokoh sejarah daerah diharapkan menjadi warisan bagi pemerintah dan masyarakat Kota Pekanbaru, sekaligus memperkenalkan sejarah daerah kepada generasi mendatang.
“Sehingga, generasi mendatang tetap mengenal sosok yang memiliki peran penting dalam berdirinya Pekanbaru,” ujarnya.
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Seksi 2.7 Ruas Kota Pekanbaru pada Kementerian PU, Eva Monalisa Tambunan, menyebutkan bahwa jalan tol dalam kota Pekanbaru memiliki panjang sekitar 13,5 kilometer.
Jalur tersebut menghubungkan Gerbang Tol Dumai-Pekanbaru dengan ruas Tol Pekanbaru-Kampar.
Dalam rapat penyelesaian Ancaman Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru-Rengat (Seksi Lingkar Pekanbaru) di Hotel Premiere, Selasa (14/4/2026), Eva menjelaskan perkembangan pembangunan jalur tersebut.
Pada April 2026, Agung juga telah menyampaikan usulan penggunaan nama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah. Usulan tersebut mendapat dukungan dari kalangan lembaga adat.
Penamaan ini dinilai penting untuk menjaga identitas sejarah dan budaya Melayu di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur modern di Kota Pekanbaru.
Pemko Pekanbaru berharap, penggunaan nama tokoh pendiri daerah tersebut tidak hanya menjadi identitas gerbang tol, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai sejarah panjang berdirinya Kota Pekanbaru.












