PELALAWAN, RiauBerantas.com – Maraknya dugaan aktivitas perjudian bermodus Gelanggang Permainan (Gelper) di sejumlah wilayah Kabupaten Pelalawan menjadi sorotan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong publik meminta Kapolda Riau melakukan evaluasi terhadap jajaran Polres Pelalawan dan polsek setempat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas Gelper tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Pangkalan Kuras, Bagan Limau Ukui, Pangkalan Kerinci, Segati di sepanjang Jalan Koridor RAPP, Mamahan Jaya Langgam, hingga Toro Jaya dan Toro Makmur di Kecamatan Ukui.
Masyarakat mempertanyakan mengapa aktivitas yang disebut telah berlangsung cukup lama tersebut masih dapat berjalan. Mereka berharap aparat penegak hukum melakukan langkah tegas apabila ditemukan unsur tindak pidana perjudian.
“Kalau tidak ada backing dari aparat, mustahil Gelper sebanyak itu bisa bertahan lama dan beraktivitas secara terang-terangan. Masyarakat berharap Kapolda Riau segera mengevaluasi para pejabat di Polres Pelalawan, baik Kasat Reskrim, Kasat Intel, maupun para Kapolsek setempat,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga tersebut juga mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan dan deteksi dini aparat terhadap dugaan aktivitas perjudian di wilayah hukum Polres Pelalawan.
“Mustahil kalau satuan tersebut tidak mengetahui kegiatan itu. Kami berharap aparat benar-benar melakukan penindakan jika memang ditemukan pelanggaran hukum,” lanjutnya.
Muncul Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat
Sorotan semakin berkembang setelah muncul informasi dari sejumlah pihak mengenai dugaan kepemilikan beberapa meja Gelper oleh individu tertentu. Salah satu nama yang disebut adalah seseorang berinisial atau bermarga Simbolon yang dikaitkan dengan lokasi Toro Makmur, Kecamatan Ukui.
Namun, informasi mengenai kepemilikan tersebut masih berupa tudingan dan belum terverifikasi secara independen. Termasuk klaim yang mengaitkan sosok tersebut dengan jabatan tertentu di lingkungan TNI.
Media ini telah berupaya melakukan konfirmasi terkait dugaan tersebut kepada pihak yang disebut. Saat dikonfirmasi mengenai dugaan kepemilikan Gelper di Toro Makmur, yang bersangkutan memberikan tanggapan singkat.
“Maaf, abang, tidak ada kita, Bang. Bisa dicek ke lapangan,” ungkapnya, kepada awak media, Jumat 2/10/26.
Sementara itu, informasi lain yang beredar menyebutkan adanya sejumlah nama yang diduga memiliki atau mengelola lokasi Gelper di beberapa kawasan Pelalawan. Namun, klaim mengenai kepemilikan tersebut masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
Polisi Belum Memberikan Tanggapan
Media ini juga telah beberapa kali berupaya meminta klarifikasi kepada Kapolres Pelalawan melalui Kasat Reskrim Polres Pelalawan terkait dugaan aktivitas perjudian Gelper tersebut.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi mengenai langkah penegakan hukum maupun hasil pemantauan aparat terhadap lokasi-lokasi yang disebut masyarakat.
Publik kini menunggu langkah konkret aparat, terutama apabila dugaan aktivitas tersebut memang memenuhi unsur tindak pidana perjudian. Penindakan yang transparan sekaligus penjelasan resmi dari kepolisian dinilai penting untuk menjawab keresahan masyarakat dan memastikan tidak ada praktik pembiaran.
Bersambung.












