Majalah dinding (mading) menjadi salah satu media komunikasi visual yang efektif digunakan di panti sosial sebagai ruang ekspresi bagi anak asuh. Di UPT PSPA Dinas Sosial Provinsi Riau, mading berfungsi bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai alat pembinaan yang mendorong pengembangan literasi, kreativitas, serta kemampuan sosial anak. Anak panti, yang sebagian besar berasal dari latar belakang keluarga kurang mendukung secara emosional maupun ekonomi, membutuhkan media yang dapat membangun rasa percaya diri, kemandirian, dan ruang ekspresi diri.
Mading memberikan pengalaman kreatif yang tidak ditawarkan media digital instan—mulai dari menulis, menggambar, menempel, hingga menyusun tata letak. Aktivitas ini membantu anak menyalurkan emosi, menumbuhkan self-awareness, dan melatih kerja sama. Meski demikian, tantangan berupa keterbatasan fasilitas, minimnya pendampingan profesional, serta variasi kemampuan anak masih menjadi kendala dalam kegiatan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan kegiatan mading serta menganalisis dampaknya terhadap kreativitas dan literasi anak asuh.
Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan secara alami di lingkungan UPT PSPA. Subjek penelitian meliputi anak-anak asuh yang terlibat langsung dalam pembuatan mading sebagai penulis, ilustrator, maupun penyusun layout. Pengasuh panti menjadi informan pendukung. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive untuk memastikan keterlibatan aktif peserta dalam kegiatan.
Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi
Mengamati proses penyusunan mading, pembagian tugas, interaksi antaranak, dan dinamika kerja kelompok.
2. Wawancara Semi-Terstruktur
Menggali pengalaman anak, motivasi, tantangan, serta persepsi mereka mengenai kegiatan mading.
3. Dokumentasi
Mengumpulkan foto kegiatan, draf tulisan, hasil gambar, dan tampilan akhir mading sebagai data pendpendukung.
Data dianalisis menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mading melibatkan partisipasi aktif anak asuh dalam mengumpulkan informasi, menulis, menggambar, hingga menyusun tampilan akhir. Anak menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang proses.
Temuan Utama:
1. Peningkatan Kreativitas
Anak memperlihatkan perkembangan signifikan dalam menggambar, membuat kolase, memilih warna, dan menyusun layout visual.
2. Penguatan Literasi
Kegiatan mendorong anak membaca referensi, menulis kalimat efektif, serta mengedit tulisan. Literasi visual meningkat melalui pemilihan dan pengaturan gambar.
3. Peningkatan Kepercayaan Diri
Pemajangan karya secara terbuka membuat anak bangga dan berani mempresentasikan hasilnya.
4. Kolaborasi dan Interaksi Sosial
Terjadi kerja sama intens dalam menulis, menggambar, dan menempel hiasan.
5. Kendala Pelaksanaan
Terdapat keterbatasan bahan, kurangnya pendampingan rutin, dan perbedaan kemampuan anak dalam menulis maupun menggambar.
Tabel indikator kegiatan (dari dokumen) menunjukkan bahwa peserta aktif dan desain mading bervariasi.
Kegiatan mading terbukti menjadi media efektif untuk mendukung perkembangan anak asuh di panti. Mading memungkinkan mereka mengembangkan kreativitas visual dan literasi tanpa tekanan formal. Partisipasi aktif dan antusiasme menunjukkan bahwa anak memiliki potensi besar ketika diberi ruang berekspresi.
Peningkatan kreativitas dan literasi sejalan dengan karakteristik kegiatan mading yang menggabungkan seni visual serta kemampuan membaca dan menulis. Kepercayaan diri meningkat karena karya mereka diakui secara publik, memperkuat rasa memiliki (sense of belonging) dalam lingkungan panti. Aktivitas kolaboratif juga membantu menumbuhkan nilai sosial seperti kerja sama, toleransi, dan komunikasi.
Meski demikian, tantangan perlu mendapat perhatian. Minimnya bahan dan pendampingan membuat variasi konten terbatas. Perbedaan kemampuan anak menuntut pendekatan inklusif agar semua anak dapat berpartisipasi sesuai kapasitasnya. Hal ini mengindikasikan perlunya dukungan fasilitas dan peningkatan pembinaan kreatif secara berkelanjutan.
Kegiatan mading di UPT PSPA Dinas Sosial Provinsi Riau terbukti meningkatkan kreativitas, literasi, dan kepercayaan diri anak asuh. Mading berperan sebagai media pembinaan nonformal yang efektif, memberikan ruang ekspresi, sarana belajar kolaboratif, serta wadah pengembangan potensi. Kendala seperti keterbatasan bahan dan variasi kemampuan anak tidak menghalangi keberhasilan program, terutama karena tingginya antusiasme dan kerja sama peserta.
Secara keseluruhan, mading menjadi wahana penting yang layak dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan anak panti.
Annisa Putri Utami
Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Keguruan dan Pendidikan, Universitas Riau












