JP Belum Selesai, Hades Club & KTV Timbul Siap Soft Opening Dengan Cewek Seksi

Pekanbaru – Masih heboh atas kehadiran JP PUB & KTV, kini muncul lagi tempat hiburan baru dengan nama Hades Club & KTV yang berlokasi di jalan Riau Pekanbaru. Bahkan tak tanggung-tanggung pada 24 Desember nanti akan menggelar soft opening yang kabarnya menghadirkan DJ seksi Dinar Candy.

Dari flayer yang tersebar di media sosial, acara tersebut juga menampilkan sexy dancer dan live musik bertajuk jingle bells. Akankah Hades dapat diterima masyarakat Pekanbaru dan apakah Soft opening tersebut bisa dilakukan mengingat masih bergulirnya penolakan terhadap JP PUB & KTV .

Robert Hendriko ketua FORUM LSM RIAU BERSATU ,saat ditanya riauberantas.com mengaku kaget dengan hadirnya Hades Club & KTV ini, pasalnya kenapa pemerintah terlalu cepat memberikan izin tempat hiburan malam, apakah besar nilai investasinya buat daerah, seberapa banyak tempat hiburan malam bisa merekrut tenaga kerja lokal sehingga kesannya izin hiburan malam dengan mudah di dapat. Itu dapat di buktikan dari banyaknya hiburan malam di kota Pekanbaru.

“Sebagai warga kita bingung tempat hiburan malam di Pekanbaru itu terus bertambah, apakah izinnya mudah di dapat? Apakah investasinya besar untuk kota Pekanbaru? Atau tempat hiburan malam itu mampu merekrut tenaga kerja yang banyak? Sehingga pemerintah dengan mudah memberikan izin kepada tempat hiburan malam tersebut” tanyanya

Sambungnya, semestinya pemerintah daerah bercermin dari kasus penolakan JP

PUB & KTV bukan malah memberikan izin baru lagi untuk tepat hiburan malam yang lain. Perlu kajian apakah warga tempat bisa menerima apakah nanti tidak menimbulkan masalah. Ini yang mesti dipikirkan mereka pemangku kepentingan.

“Buat saya aneh saja buat pemangku kepentingan yang mengeluarkan izin, mereka tidak berkaca dari kasus penolakan JP PUB & KTV, sekarang malah ada tempat hiburan malam yang baru dan segera akan soft opening pula” bebernya

Robert Hendriko berharap kepada pemerintah kota Pekanbaru dan pemerintah propinsi Riau agar memperhatikan keinginan masyarakat, jangan hanya mengejar investasi sehingga mengangkangi nilai-nilai budaya Melayu.

“Kita butuh lapangan pekerjaan tapi kita juga harus menghargai nilai-nilai budaya Melayu. Tempat hiburan malam itu identik dengan perbuatan maksiat, semakin banyak tempat hiburan malam tentunya akan semakin merusak generasi muda” tutupnya.***(Zerry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP