MEDAN, RiauBerantas.com — Keluarga almarhumah Winda Lorenza Gowasa mempertanyakan hasil pemeriksaan forensik terkait penyebab kematian korban. Keluarga menilai terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut dan mendorong dilakukannya ekshumasi untuk memperoleh kepastian.
Sebelumnya, pihak RS Bhayangkara TK II Medan menyampaikan hasil pemeriksaan forensik terhadap jenazah Winda. Dokter forensik dr Mistar Ritonga menyebut ditemukan luka tembak tempel pada bagian kepala korban.
Menurut keterangan rumah sakit, pemeriksaan juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan akibat benda tumpul atau benda tajam pada tubuh korban.
Namun, pihak keluarga mengaku menemukan sejumlah kondisi pada jasad Winda yang menurut mereka menimbulkan pertanyaan. Di antaranya dugaan bekas sayatan pada bagian leher, lebam pada kedua kelopak mata, serta cekungan pada sisi kiri kepala yang diduga akibat benturan benda tumpul.
Keluarga juga menyebut terdapat lebam pada bagian perut, dada, punggung dan telapak kaki korban.
Berbagai temuan tersebut membuat keluarga meminta adanya pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian Winda.
Keluarga Pertanyakan Persiapan Pemakaman
Selain kondisi jenazah, keluarga juga mempertanyakan informasi mengenai persiapan pemakaman yang disebut telah dilakukan sebelum keluarga memperoleh kabar mengenai kematian Winda.
Adik kandung korban, ICA, mengatakan keluarga mengetahui adanya persiapan peti mati, ambulans dan lokasi pemakaman yang disebut telah dilakukan oleh pihak keluarga Bripka IH, mantan suami korban.
Menurut ICA, informasi mengenai kematian Winda baru diterima ibunya, Yasti Laia, dari Bripka IH sekitar pukul 11.00 WIB.
“Mereka sudah mempersiapkan peti mati dan ambulans agar Kak Winda segera dikebumikan. Belakangan kami mengetahui ternyata kuburan Kak Winda juga sudah dipersiapkan. Ini sangat aneh bagi kami,” ujar ICA, Selasa (18/8/2026).
Keluarga juga mengaku mengalami kendala ketika hendak mendokumentasikan kondisi jenazah. ICA menyebut seorang oknum Polwan yang berjaga meminta keluarga tidak mengambil foto jenazah.
Klaim tersebut merupakan keterangan dari pihak keluarga dan masih memerlukan konfirmasi dari pihak yang disebut.
Terkendala Biaya Ekshumasi
ICA mengatakan keluarga saat ini berupaya mendapatkan kepastian melalui proses ekshumasi atau pemeriksaan ulang terhadap jenazah. Namun, rencana tersebut terkendala biaya.
Menurutnya, ekshumasi diperlukan agar berbagai pertanyaan keluarga mengenai penyebab kematian Winda dapat diperiksa secara objektif melalui prosedur medis dan hukum.
“Saat ini kami terbentur biaya. Untuk melakukan ekshumasi membutuhkan biaya yang cukup besar. Tujuannya agar apa yang disampaikan pihak RS Bhayangkara TK II Medan bisa terjawab dengan jelas,” katanya.
Keluarga berharap proses ekshumasi dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga penyebab kematian Winda dapat diketahui secara terang dan memberikan kepastian bagi seluruh keluarga.
ICA juga mengajak masyarakat yang bersimpati untuk membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan biaya proses tersebut.
“Buat seluruh saudara kami di mana pun berada dan seluruh masyarakat Indonesia, kami memohon bantuannya. Jika ada sedikit rezeki, mohon dapat membantu kami untuk mencari keadilan,” ucap ICA.
Keluarga menyampaikan bantuan dapat disalurkan melalui rekening Bank Mandiri atas nama Yestin Laia dengan nomor 1070024626196. Selain itu, keluarga juga mencantumkan rekening Dana Sahabat Kaaani Untuk Loren dengan nomor 0822 7689 5951.
Hingga berita ini diterbitkan, keterangan mengenai sejumlah kejanggalan yang disampaikan keluarga masih merupakan versi pihak keluarga.***












