TELUK MERANTI || Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 016 Teluk Naga, Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, menjadi sorotan. Komite sekolah menilai pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut belum dilakukan secara terbuka dan transparan.
Hal itu disampaikan Marzuki, selaku Ketua Komite SDN 016 Teluk Naga, pada Jumat (9/1/2026). Ia menyebutkan, hingga saat ini pihak komite belum menerima penjelasan secara rinci terkait penggunaan dana BOS oleh pihak sekolah.
“Kami dari komite sekolah meminta agar penggunaan dana BOS dilakukan secara terbuka dan transparan. Komite memiliki hak untuk mengetahui alokasi serta realisasi anggaran tersebut,” ujar Marzuki.
Menurutnya, keterbukaan dalam pengelolaan dana BOS sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan dana yang bersumber dari pemerintah benar-benar digunakan sesuai peruntukannya demi kepentingan peserta didik.
Komite sekolah berharap pihak kepala sekolah dapat memberikan penjelasan secara detail mengenai penggunaan dana BOS, baik melalui laporan tertulis maupun melalui forum resmi bersama komite dan wali murid.
Sebagai informasi, pengelolaan Dana BOS diatur dalam Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa pengelolaan Dana BOS harus berpedoman pada prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi, serta sekolah wajib melibatkan komite sekolah dalam perencanaan dan pengawasan penggunaan anggaran.
Selain itu, Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah juga mengatur bahwa komite sekolah memiliki fungsi pengawasan dan berhak memperoleh informasi terkait pengelolaan dana pendidikan, termasuk Dana BOS. Sekolah juga diwajibkan mengumumkan laporan realisasi penggunaan Dana BOS kepada publik, baik melalui papan pengumuman, rapat resmi, maupun media informasi lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SDN 016 Teluk Naga belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan transparansi tersebut. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak sekolah guna memperoleh klarifikasi agar pemberitaan tetap berimbang.












