Sempat Memanas, Kisruh Guru dan Wali Murid di MAS Miftahul Jannah Peranap Akhirnya Damai

Dok : Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Inhu Hendriadi memfasilitasi proses mediasi antara kedua belah pihak yang berseteru.

INHU || Kisruh yang sempat mencuat antara seorang guru dan wali murid di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Miftahul Jannah, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), akhirnya berakhir damai melalui proses mediasi.

Permasalahan tersebut bermula dari pengaduan salah seorang wali murid bernama Pera Wati kepada awak media. Ia mengaku anaknya mengalami dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum guru berinisial Dahlian.

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, awak media berupaya menemui guru yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi. Namun hingga beberapa kali upaya dilakukan, klarifikasi belum berhasil diperoleh.

Sebagai langkah lanjutan, awak media kemudian berkoordinasi dan berdiskusi dengan pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hulu guna mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Inhu, H. Hendriadi, S.Ag., M.Pd.I., langsung turun ke lapangan dan memfasilitasi proses mediasi antara kedua belah pihak.

Mediasi dilaksanakan di ruang Kepala Sekolah MAS Miftahul Jannah pada Jumat, 9 Januari 2026, dengan dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya:

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Inhu, H. Hendriadi, S.Ag., M.Pd.I.

Ketua Yayasan, H. Buhari, S.P

Bhabinkamtibmas Polsek Peranap, Bripka Fadli Ridwan

Kepala Sekolah MAS Miftahul Jannah, H. Zulman, M.Pd.I.

Suanra, Pimpinan Redaksi Media KupasPeristiwa.id

Arifin, Pimpinan Redaksi Media BidikKasus.net

Sandi Irwandi, Korwil BidikKasus.net

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara musyawarah dan kekeluargaan demi kepentingan terbaik dunia pendidikan.

Proses mediasi berlangsung lancar dan kondusif hingga akhirnya tercapai kesepakatan bersama untuk menjaga suasana belajar mengajar yang aman, nyaman, dan kondusif di lingkungan sekolah.

Dengan adanya penyelesaian ini, pihak sekolah, wali murid, serta Kemenag Inhu berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan hubungan antara guru, siswa, serta orang tua dapat terjalin lebih harmonis ke depannya.(*Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP